SIAP!

Pagi ini aku bangun lebih pagi, bukan karena ada pekerjaan atau acara kedinasan, melainkan acara yang begitu sakral. Ya, hari ini adalah hari pernikahan (-mu dengan kekasihmu). Aku tak tahu kenapa kamu melangsungkan acara ini di Bulan Agustus. Mungkin karena bulan ini adalah bulan yang penuh cinta meski kenyataannya cinta telah bersama Rangga. Segera aku kenakan kemeja kotak – kotak ala Paslon 2 di Pilgub DKI Jakarta dan terbanglah aku dari Balikpapan menuju Bali.

Setiba di Bandara Ngurah Rai aku bergegas menuju Gedung Kesenian yang menjadi icon kota ini dan sejenak kondisi disana membuatku tersentak. Lama tak pulang telah banyak perubahan di tempat ini. Aku terkejut bagaimana kamu bisa merubah gedung kesenian yang kuno ini menjadi tempat pernikahan yang anti mainstream. Saking terkejutnya aku pun tergesa – gesa turun dari Uber yang aku pesan, ku masuk ke dalam gedung dan sudah banyak kawan – kawan lama berkumpul disana. Ini kali pertama juga aku melihat temanku bercengkerama kembali dengan kawan lamanya. Dunia seperti ikut bahagia saat itu.

pexels-photo-289701

Aku melihatmu dari kejauhan tapi aku sengaja tak mendekatimu, karena banyaknya kerumunan orang disekitarmu. Aku bergabung dengan teman – teman sekelasku yang dulu, bercerita, bergurau sambil memamerkan kekonyolan yang tiada henti – hentinya. Jomblo, taken, LDR semua kumpul jadi satu tapi siapa yang peduli? Satu hal yang aku dan teman – teman lakukan saat berkumpul kembali adalah melepas status, jabatan, atau hal – hal yang tak berkaitan dengan SMA. Kami kembali menjadi orang konyol layaknya pertama kali menjajaki dunia SMA dulu.

Asyik mengobrol tiba – tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang, ku melihat dan ternyata itu adalah dirimu yang telah sadar akan kehadiranku. Kamu tersenyum dan tanpa basa – basi langsung berkata “fotoin aku dong sama SUAMIKU”. Dan entah kenapa sepersekian detik setelah perkataanmu ini terlintas sebuah scene saat aku berjalan menyusuri wisata alam ‘blue river‘ diiringi lagu Surat Cinta Untuk Starla karya Virgoun. Sepersekian detik itu lewat dan aku sempat bingung untuk menerima atau tidak permintaanmu. Namun akhirnya aku memantapkan diri dengan keputusanku dan menjawab permintaanmu. “SIAP!!”. Canon EOS M3 pun menjadi saksi bisu bagaimana aku memotretmu dengan penuh semangat. Kombinasi antara model dengan lighting dari design lampu – lampu interior pernikahanmu membuatku dengan mudah menemukan konsep foto yang pas. Jepret – jepret selesai, kamu melihat hasil fotoku dengan penuh senyuman bahagia. Aku pun tak menyangka bisa mengabadikan momen kebahagiaan yang jarang sekali bisa tertangkap.

Waktu berjalan dan kudengar teman – temanku dari kejauhan memanggil untuk pulang. Well, pertemuan singkat ini pun harus diakhiri. “Aku balik ya” , “SIAP!”. Dan itulah percakapan terakhirku denganmu. Aku berbalik meninggalkanmu dengan kepala sedikit menunduk diiringi alunan lagu surat cinta untuk starla. Saking tak sadarnya, aku tak menyadari ada mobil kencang yang mendekatiku. Lampu mobil yang benderang membuatku tak bisa menghindari kencangnya laju mobil tersebut dan mobil itupun mengenaiku. Sepersekian detik setelah kejadian itu aku tak sadar apa yang terjadi, hingga akhirnya aku terbangun dan tersadar bahwa sekarang masih Bulan Februari 2017.

Leave a Reply