Review Film Foxtrot Six

Oke kembali web ini gue isi dengan sebuah review film. Bila sebelumnya gue sempat mereview Film Antologi Rasa. Kali ini gue juga akan mereview Film Indonesia lainnya yang bergenre Action yaitu Foxtrot Six. Pertama ngeliat trailernya gue langsung penasaran, seperti apa hasil film ini secara utuh. Well, benar saja pemaparan yang bagus tersaji di sepanjang film. Foxtrot Six adalah sebuah film besutan Sutradara Randy Korompis dan Produser Mario Kassar ini mengisahkan tentang sekelompok pemberontak (Reform) yang ingin melawan pemerintah yang kala itu dikuasai oleh Kelompok Partai Piranas. Oke ga usah lama – lama lagi langsung aja ini review dari gue.

1. Penggunaan CGI dan Effect – Effect Film Hollywood Yang Nyaris Sempurna.

Mantap

Sepertinya gue perlu mengapresiasi banget pemakaian effect – effect ala Film Hollywood disini. Ya, sepanjang film kita akan disajikan effect – effect yang sedap dipandang mata dalam adegan perangnya. Satu – satunya kekurangan menurut saya adalah pada saat munculnya ‘Kodiak’ effectnya masih agak ‘kurang’. But overall, dari segi penggunaan CGI Film Foxtrot Six sudah memiliki cita rasa Film Hollywood. #halah

2. Baku Hantamnya Kurang ‘Menggigit’.

Indonesia Butuh Baku Hantam

Bila kita melihat beberapa tahun kebelakang, tentu sudah tak asing lagi dengan adegan baku hantam yang ada dalam Film The Raid (1 & 2), dan The Night Come For Us. Ya disana adegan baku hantamnya menurut gue sangat totalitas. Mulai dari gerakan dan seni bela diri yang ditampilkannya. Dalam Film Foxtrot Six menurut saya pribadi adegan baku hantam sadis seperti film – film tersebut diatas kurang banyak ditampilkan pada film Foxtrot Six ini. Yah, mungkin karena ingin menyesuaikan dengan temanya, yaitu perang antara Mantan anggota Marinir dengan Pasukan Elit dari Partai dimana peperangannya lebih banyak menggunakan senjata api dan perkembangan teknologi. Namun meski kurang adegan baku hantamnya, action film ini masih dapat membuat kagum penonton.

3. Kelompok Pemberontak Kurang Digambarkan Dengan Jelas.

Kok Kurang

Di awal film dijelaskan bahwa ada sekelompok rakyat pemberontak yang bergabung dalam gerakan Reform. Gerakan ini terlihat meyakinkan setelah adanya adegan salah satu anggota Reform Spec (Chicco Jerikho) melawan Angga (Oka Antara). Namun sayangnya menuju pertengahan film, gerakan ini seperti tak ada taringnya. Mereka dengan mudah lenyap begitu saja dan hanya menyisakan Sari (Julie Estelle) yang ujung – ujungnya juga…. sorry saya males spoiler :p.

 

Oke, itu tadi review singkat Film Foxtrot Six dari gue. Secara pribadi gue ngasi rating ke Film ini 8.2/10. Pesan gue semoga semakin banyak Film action Indonesia yang stylenya seperti ini. Karena sejatinya Indonesia sudah butuh action, bukan butuh drama. #halah.

Leave a Reply