KAPAN ?

Kapan sekiranya aku bisa berjuang bersamamu?

Akhir – akhir ini aku selalu memikirkanmu, jauh darimu membuatku terkadang rindu. Rindu untuk bisa bercengkerama dan berjuang bersama. Sebuah kesempatan yang mungkin akan sangat langka untuk didapatkan. Aku tahu, engkau mengirimku agar aku bisa memahami kerasnya dunia, agar aku bisa belajar untuk bertahan hidup sendirian. Tapi, bukan hal seperti ini yang aku inginkan. Engkau tak bisa berpura – pura tersenyum seolah – olah kau bisa menyelesaikan semuanya. Begitupun denganku. Hari berganti hari, aku semakin tak mengerti apa tujuan hidupku ini. Aku lelah dengan semuanya. Demotivasi ini terus menyelimuti.

Kapan sekiranya kita bisa berjuang bersama?

Harta dan tahta? Aku sama sekali tak pernah berfikir ke arah itu. Yang ku inginkan hanya satu. Berjuang bersamamu. Aku tak peduli seberapa banyak harta yang aku dapatkan dari hasil keringatku. Karena jujur, itu kurang bermakna bagiku. Aku mohon, ijinkan aku untuk bisa berjuang bersamamu. Selagi kesempatan itu masih ada.

Jujur. Aku ingin kita bisa tersenyum bersama, merangkul derita bersama, berjuang bersama, dan bangkit bersama. Bila nanti kau sempat singgah ke tempatku. Mari sejenak kita berbicara, tentang gundah yang selalu menyelimutiku. Dan sebagai penutup aku berharap. Secepatnya, kita bisa berjuang bersama.

Leave a Reply