FILOSOFI KESET

Keset adalah salah satu alat pembersih yang terdiri dari bagian serat atau serabut kaku dan biasanya terpasang atau terikat menjadi satu bagian tipis. Seperti itulah Wikipedia mendefinisikan keset. Sebagaimana yang kita ketahui keset biasanya ada di depan pintu masuk sebuah rumah dan berisikan tulisan “Welcome” . keset berfungsi untuk membersihkan kaki kita dari kotoran – kotoran yang menempel. Namun meski hanya sebuah benda mati saya rasa kita perlu belajar menjalani kehidupan ini dari sebuah keset.

Posisi keset ini mirip dengan salah satu semboyan iklan motor, “Selalu Terdepan”. Ya keset selalu berada di depan rumah sebagai sarana untuk membersihkan kaki dengan cara menginjaknya. Meski sering terinjak – injak namun keset tak pernah mengeluh, ia akan tetap “welcome” kepada siapapun yang menginjaknya. Keset rela dirinya terinjak – injak demi membuat kaki seseorang bersih sebelum melangkah masuk ke dalam rumah. Bayangkan seandainya tidak ada keset di depan rumah, tentu kita akan melangkah ke dalam rumah dengan kaki yang kotor. Hal ini pasti akan membuat suasana dalam rumah serasa tidak nyaman.

Spoiler

The 'Keset'
The ‘Keset’

Tak banyak dari kita yang ingin menjadi seperti keset. Ya, itu alamiah karena dimanapun orang akan merasa emosi ketika harga diri mereka diinjak – injak, dihina dan dicela. Yang membedakan adalah tingkat emosinya. Namun jika kita mau belajar dari kesetpun sebenarnya tidak masalah. Jika orang mengatakan bahwa kita harus melawan balik mereka – mereka yang menindas kita lalu apa bedanya kita dengan mereka? Percayalah bahwa ada hukum karma. Tanpa perlu kita repot – repot untuk melakukan counter attack Tuhan sendirilah nanti yang akan menghukum para pencela ini.

Kembali saya tegaskan bahwa keset adalah benda mati yang selalu terinjak – injak. Tapi dialah yang berada di baris depan untuk menyambutmu, menyapamu dengan penuh keterbukaan (welcome), dan membersihkan kotoran – kotoran yang ada padamu sebelum kamu melangkahkan kakimu menuju ke suatu ruangan. Keset rela mengorbankan dirinya meski sering disepelekan. So, belajarlah dari keset, tetaplah terbuka (welcome) kepada siapapun yang membencimu, tetaplah berada di garis depan dan berikan senyuman terbaik untuk mereka yang membencimu. Karena keterbukaan dan senyuman adalah obat terampuh untuk menyembuhkan luka dunia #halah. Begitulah filosofi keset mengajarkan kita.

Leave a Reply