Definisi Sejati Tak Harus Memiliki

Banyak yang beranggapan bahwa ungkapan “Cinta Tak Harus Memiliki” adalah sebuah kebullshitan belaka. Bagaimana tidak? Ketika anda mencintai seseorang tapi anda tak bisa hidup bersama dengan dia yang anda cintai apa anda akan terima begitu saja? Tentu hati akan bergejolak. Permasalahan cinta tidak seperti soal PKN anak SD tentang keikhlasan. Ia melibatkan akal dan juga perasaan. Boleh saja mulut berkata ikhlas tapi perasaan tak bisa dibohongi. Maka dari itu tak heran manusia – manusia yang masuk dalam kaum ‘pejuang’ beranggapan bahwa “Cinta harus memiliki” karena buat apa kita mencintai dia yang tak bisa kita dapatkan?

Lalu apakah ungkapan “Cinta Tak Harus Memiliki” itu benar bullshit adanya?

Tak Harus Memiliki?

pexels-photo-403638

Berbeda dengan kaum ‘pejuang’ , terdapat kaum ‘normal’ yang masih meyakini akan hal ini. Saya sendiripun telah menyadarinya. Terlahir sebagai kaum pejuang, kini saya lebih memilih untuk menjadi kaum normal. Bukan karena saya ingin berhenti berjuang, tapi karena banyak pertimbangan dan sudut pandang yang membuat saya memutuskan untuk pindah aliran #halah.

Kembali ke topik. Bagaimana bisa kaum normal beranggapan bahwa cinta memang tak (perlu) harus memiliki? Sederhananya begini. Kita boleh saja mencintai seseorang, dan ketika kita menaruh rasa terhadapnya tentu kita akan memperjuangkan apapun untuk mendapatkannya. Itu sah – sah saja. Kita akan merasa bahwa semua aral rintangan yang setiap saat datang tuk menguji akan terjadi kedepannya akan bisa dihadapi bersama. Pemikiran futuristik seperti ini memang ciri khas dari kaum pejuang. Mereka adalah orang – orang optimis yang rela mengorbankan segalanya. Namun ada satu hal yang luput dari karakteristik kaum pejuang. Yaitu sudut pandang dan kode alam.

Saya pernah mendengar cerita mitos dari era Mesir Kuno. Sebuah kisah tentang keikhlasan seorang Pangeran Mesir Kuno yang berhenti memperjuangkan cintanya kepada seorang gadis cantik keturunan sudra (rakyat biasa) bernama Ay-Su-Namun. Pangeran tersebut telah banyak berjuang untuk menarik perhatian Ay-Su-Namun tetapi tak membuahkan hasil. Pangeran sampai kehabisan akal hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang mengaku dirinya datang dari masa depan. Ia menawarkan kepada pangeran untuk bisa menjelajah waktu untuk melihat seperti apa kehidupannya di masa depan.

Ra

Amon Ra

Sang Pangeran pun langsung menyetujui tawaran dari wanita tersebut tanpa berpikir panjang. Akhirnya dengan bantuan kekuatan Dewa Amon-Ra wanita itu langsung menteleportasi Sang Pangeran bergerak menuju 10 tahun yang akan datang. Sang Pangeran sangat kagum melihat perkembangan yang terjadi di 10 tahun yang akan datang. Kotanya menjadi megah dan rakyatnya sejahtera. Tak ada lagi cerita koruptor kerajaan yang pura – pura sakit dengan menabrakkan diri ke tiang sarkofagus. Sang Pangeran tersenyum, iapun bahagia.

Namun selang beberapa detik ia mulai merasakan atmosfer yang berbeda. Ia melihat kehidupan rumah tangganya kurang harmonis, banyak perselisihan karena hal – hal sepele. Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah ketika ia melihat ketidakharmonisan itu terjadi saat ia memperistri gadis yang dia impikan sejak dahulu (udahlah ya capek gw ngetik namanya berulang – ulang :D). Sang Pangeran diam seribu bahasa, ia gemetar tak karuan. Tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi lebih lanjut lagi. Tak kuat menahan rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi sedihnya, pangeran pun menghentikan perjalanan waktunya.

Sang Pangeran hanya terdiam, ia merasakan bimbang yang begitu mendalam di hatinya. Wanita penjelajah waktu itu pun memberikan nasehat kepada Sang Pangeran. “እስካሁን አልሆነም, አሁንም ድረስ ለመንቀሳቀስ አሁንም አልረፈደም” Mendengar nasehat tersebut Sang Pangeran pun kembali menampakkan senyum kecilnya. Ia sadar bahwa tidak semua perjuangan berakhir dengan keberhasilan. Yang jelas, ketika kamu berjuang dan kamu mengetahui bahwa hasilnya tidak sesuai dengan harapanmu. Berhentilah. Sejak saat itulah Sang Pangeran menyadari, bahwa cinta tak harus memiliki.

Terinspirasi dari mitos tersebut. Saya pun bisa menarik kesimpulan bahwa sejak dahulu kala cinta selalu membawa penderitaan Cinta bukan perkara kamu bisa memilikinya atau tidak, melainkan tentang bagaimana kamu bisa membiarkannya bahagia atas apa yang dipilihnya.

Saya mungkin akan terus berjuang, tapi berjuang untuk hal yang berbeda

Akhir kata semoga petuah ini bisa diterima. Tetaplah berjuang untuk membuatnya bahagia, dengan cara yang berbeda.

Leave a Reply