BELAJARLAH DARI TIMNAS PORTUGAL

Euro baru saja berakhir namun bagi Timnas Portugal euforianya tentu masih terasa. Bagi yang mengikuti euro sejak awal mungkin akan melihat seperti apa perjuangan Timnas Portugal dalam menjalani Euro 2016. Terseok – seok, penuh aral rintangan yang setiap saat datang tuk menguji, namun akhirnya bisa memantaskan diri sebagai juara Piala Eropa 2016.

Menurut saya ini adalah kisah yang unik. Seunik kisa seorang pria yang sedang berusaha untuk melupakan namun selalu gagal. Mari kita telaah lebih dalam. Pada fase group Portugal sama sekali tak memetik kemenangan, hanya hasil seri yang mereka dapatkan. Demikian juga saat 16 besar hingga final, sama sekali tak dapat meraih kemenangan di waktu normal kecuali melawan Wales. Perjalanan berat seperti mengiringi langkah Ronaldo dkk. Namun akhirnya semua pemain bisa tertawa lepas setelah mampu menjadi juara. Tangis bahagia tentu tak terbendung lagi. Selain besarnya faktor hoki, tentu perjuangan berat di lapangan yang penuh berlumpur ini terbayarkan sepenuhnya, dan Ronaldo bisa dianggap sebagai kapten masa depan yanglebih tangguh daripada yang kita duga.

Jadi daripada terbawa hati yang gelisah cobalah tuk menangis saja mari kita mencari sebuah korelasi antara kemenangan Portugal dengan Rumitnya proses melupakanmu. Sejatinya, untuk bisa melupakan tentu ada proses. Dan proses untuk melupakan adalah mengingat. Tanpa mengingat kita tak akan tahu apa yang harus kita lupakan. ingatan manusia terdiri dari dua jenis, ingatan jangka pendek (short term memory) dan ingatan jangka panjang (long term memory).

Umumnya, ada tiga hal yang menyebabkan seseorang gagal move on. Pertama, terlalu banyak kenangan yang tersimpan dalam long term memory. Kedua, terlalu banyak hal – hal yang bisa memunculkan sebuah ingatan (lagu, tempat, dll). Dan yang ketiga adalah karena kamu adalah pelajar yang ‘pintar’ di masa sekolah.

Mudah Mengingat

Source: http://goo.gl/4ZysEi
Source: http://goo.gl/4ZysEi

Proses untuk melupakanmu dan kisah apik kemenangan Timnas Portugal adalah suatu hal yang sama. Mengapa? Karena sama – sama mengalami proses yang berat dalam menjalaninya. Timnas Portugal berjuang keras mati – matian untuk bisa lolos ke fase group, saya pun berjuang keras mati – matian untuk bisa lolos dari sebuah jeratan ilusi sebuah rasa. Sakit dan penuh tekanan itulah yang saya dan (mungkin) Ronaldo rasakan. Namun beruntung Ronaldo bisa mengatasi segala tekanan yang tertuju padanya dan mengubahnya menjadi sebuah asa untuk menggapai cita – citanya dan tergapailah Piala Eropa 2016.

Seperti halnya Ronaldo dan Timnas Portugal yang tersenyum di akhir perjuangan. Saya percaya bahwa saya akan bisa tersenyum di akhir cerita. Saya mungkin akan mengalami perjalanan yang berat dalam perjalanan ingatan saya karena kamu yang terlanjur tertanam didalam long-term memory saya. Tapi saya percaya suatu saat nanti saya akan bisa melupakanmu, entah itu besok, lusa, atau saat janur kuning dan tenda biru menghiasi rumahmu. Dan saat itu terjadi, saya pastikan saya akan mampu tersenyum lepas dan mengatakan “Selamat ya” di pernikahanmu nanti.

Akhir kata saya menitip pesan buat para kaum gagal move on. Belajarlah dari Ronaldo dan Portugal. Meski melalui perjuangan yang berat, ia membuktikan bahwa ia bisa merubah tekanan menjadi senyuman. Dan jika kisah heroic Portugal belum bisa meyakinkanmu tentang arti sebuah perjuangan. Tontonlah bagaimana perjuangan Zainuddin dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck saat cintanya kandas di rerumputan tepi danau.

Leave a Reply