Antara KP(A)I, Lendir dan Air Mata

Belakangan ini ramai isu tentang pemblokiran beberapa game yang dianggap berbahaya bagi anak – anak. Setidaknya ada 15 game yang dianggap berbahaya versi on the spot Kemendikbud diantaranya Grand Theft Auto (GTA), Mortal Combat, Point Blank, Counter Strike, World of Warcraft, Call Of Duty, Cross Fire, War Rock, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Rising Force, Atlantica, Bully, dan Conflict Of Vietnam. Sebagian adalah game online.

Bukan tanpa alasan lembaga – lembaga ini memblokir game tersebut, alasan utamanya adalah karena bisa menyebabkan gangguan emosi pada anak dan kecenderungan untuk melakukan hal – hal negatif. Jujur saja alasan ini terdengar lucu bagi saya, sejatinya game dibuat untuk hiburan. Menghibur diri untuk melepas kepenatan dari rutinitas sehari – hari. Game itu sendiri sudah memiliki rating masing – masing yang bertujuan untuk membatasi siapa saja yang pantas memainkannya. Maka dari itu di Bulan yang masih hangat dengan suasana hari pendidikan ini saya mengingatkan KPAI dan para orang tua yang (ngakunya) peduli terhadap anaknya untuk bersama – sama belajar membaca. Karena akan konyol kedengarannya orang tua menasehati anaknya agar rajin membaca tapi orang tuanya sendiri malas membaca.

Dulu Anime Sekarang Games

Anime

Anime. Source: http://goo.gl/Z2cuJy
Anime. Source: http://goo.gl/Z2cuJy

Meski berbeda lembaga, beberapa anime juga sempat dianggap bermasalah karena dianggap menyajikan konten kekerasan. Ini juga menjadi alasan yang konyol menurut saya. Jaman saya kecil dulu waktu nonton Digimon, Dragon Ball, Detective Conan, ataupun Tom & Jerry sekalipun ga ada sama sekali niatan untuk mempraktekkan kekerasan yang ada didalam anime tersebut. Saya masih ingat pada jaman saya sekolah dulu, saya dan teman – teman justru rame membicarakan tokoh Digimon favorit mereka ketimbang pukul – pukulan dengan teman sambil mengeluarkan Gaia Force (kalau ga tau gaia force silahkan googling dan baca).

Sama halnya ketika menonton Tom & Jerry saya pribadi lebih asyik membahas episode yang saya tonton dan itu saya sharing ke teman – teman. Bahkan tak jarang sampai bertukar disk VCD untuk menonton episode yang terlewatkan. Maka sangat lucu saya dengar jika saat ini kartun – kartun yang menghiasi indahnya masa kecil saya dikatakan mengarahkan sifat anak untuk melakukan kekerasan. Memang ada adegan kekerasan pada beberapa anime tapi itu bukan tanpa alasan. Digimon contohnya, para anak – anak terpilih bertarung untuk mempertahankan diri mereka dari serangan para Digimon jahat. Tentu seharusnya bukan adegan kekerasannya yang diperhatikan tapi bagaimana Taichi dan kawan – kawan membangun strategi untuk mengalahkan musuh yang setiap episodenya lebih kuat. Btw yang ga tau Taichi silahkan googling dan baca lagi ya.

Tak jauh beda dengan anime, games pun demikian. Saya ambil contoh Call Of Duty dan Counter Strike. Kedua game ini sama – sama menyajikan sebuah permainan simulasi ‘tembak – tembakan’ sudah pasti ada unsur kekerasan didalamnya. Tapi haruskah yang kita lihat kekerasannya saja? Banyak aspek yang bisa kita lihat dari game ini sebenarnya. Secara tidak langsung game ini melatih seseorang untuk mampu menyusun taktik dan strategi dalam berperang. Selain itu bisa juga untuk melatih kekompakan dan kerja sama dalam tim. Jadi, saran saya sih jangan melihat sesuatu dari satu sisi saja. Sama halnya seperti seorang wanita melihat laki – laki. Jangan melihat hanya dari seberapa keras isi didalam celananya, tapi lihatlah aspek lainnya #halah.

Acara Yang Melibatkan Lendir dan Air Mata Terus Bergentayangan.

Lendir & Air Mata

beach-love-couple-silhouette

Saya pernah dengar kata – kata unik dari seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya #halah. Beliau berkata “siaran yang saat ini laku di Indonesia itu ada tiga. Darah, lendir dan air mata” sejenak saya bingung dengan perkataannya. Tapi kalau dipikir – pikir benar juga sih. Darah, adalah siaran yang berisi konten berdarah – darah, bisa seperti siaran tawuran, pembunuhan dan tindak kekerasan lainnya. Lendir adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan siaran tentang seks. Ya siaran tentang seks memang sangat laku di Indonesia biasanya hal – hal berbau seks ada di siaran infotaiment. Dan yang terakhir adalah siaran Air Mata atau siaran yang penuh dengan adegan drama dan percintaan. Sebut saja serial drama yang pemerannya bisa berubah menjadi serigala, atau serial drama yang mengisahkan anak – anak yang sering dijalanan menggunakan motor ninj*. Tentu seharusnya menurut saya acara – acara inilah yang harus dipantau kontennya oleh pihak yang berwajib.

Bagaimana tidak, akibat tontonan ini banyak anak – anak yang kelakuan sehari – harinya penuh dengan drama. Jaman Om SD dulu om sih taunya yang berubah jadi serigala itu Yugo di Bloody Roar 2. Tapi anak SD jaman sekarang lebih milih nyari pacar ketimbang nyari karakter yang masih ter-lock di Bloody Roar 2.

Banyak yang sudah bosan dengan tontonan televisi jaman sekarang yang terkesan ga mendidik dan hanya kejar rating tapi pihak berwajib seolah tak peduli dengan semuanya. (Mungkin) di benak mereka tetaplah games dan anime yang menjadi sumber masalah perilaku negatif seorang anak. Ya sudahlah, saya dan kita semua sebagai penonton tak bisa berbuat banyak tapi btw saya sangat mengapresiasi tindakan para hacker yang meretas situs KPAI. Saya dari dulu pengen banget meretas salah satu website mainstream tapi karena saya adalah seorang programmer jarang coding jadi saya urungkan niat saya. Akhir kata saya ucapkan selamat beristirahat untuk rekan – rekan sekalian, selamat menikmati lendir dan air mata yang disajikan oleh pertelevisian kita.

Leave a Reply