5764436 Feet Apart

Dan berjalanlah kami ke kamar dengan badan yang sangat lelah. Tanpa basa basi aku hanya melepas sandal dan langsung tepar di kasur. Begitupun dengan Eska, dia bahkan tak melepas apa – apanya. Ya kali, emang mau ngelepas apa juga? #haha

***

“Hallo…”

“Udah bangun? Ayok ke dermaga, langitnya lagi bagus nih”

“Masak? Oke bentar ya Ky”

Terlena dengan tidur panjang akibat kelelahan, aku baru bangun pukul 20.10. Dan parahnya, Eska masih molor. Aku berjalan sendiri ke dermaga dan menelponnya untuk mengajaknya bersama – sama memandangi langit cerah yang penuh bintang. Dan kebetulan saja, saat itu Bulan Purnama.

“Lu udah lama disini?”

“Baru aja sih, duduk nah biar puas lu liatnya”

“Terang banget Ky, sumpah”

Dan saat itu aku melihat semacam suasana yang sempurna. Rembulan yang bulat penuh, milyaran bintang yang menghias angkasa, dan senyum seorang wanita yang tanpa beban. Bagiku ini adalah kombinasi mahakarya Tuhan yang paling sempurna.

“Ka… kamu tau ga kenapa aku ngajak kamu kesini?”

“Buat jalan – jalan kan?”

“Hmm, lebih dari itu Ka :)”

“Maksudnya? jangan bilang kau mau ngomong hal yang serius. Kau udah tau kan apa jawabanku?”

Gue sedikit tersenyum mendengar perkataannya.

“Iya, gw emang mau ngomong serius sama kamu. Tapi bukan tentang itu :))”

“Trus?”

“Aku cuma mau ngeyakinin kamu, bahwa ungkapan Pelangi Setelah Badai itu emang bener adanya”

Dan Eska sedikit kebingungan dengan apa yang aku bicarakan.

“Kamu inget waktu perjalanan kita kemarin kesini? Kamu ngerasain sendiri kan terombang – ambing ombak lautan yang besar? Dan kamu kebingungan harus ngapain ngadepin kondisi kayak gitu?”

Eska hanya mengangguk sedikit pertanda bahwa apa yang aku katakan benar.

“Dan saat itu juga kamu memilih untuk putar balik dan membatalkan perjalanan menuju Derawan kan?”

“Iya Ky…”

“Ka, Kalau aja kemarin kita puter balik karna lu takut gelombang, lu ga akan ada disini. Lu ga akan ngeliat pemandangan alam di Pulau ini, lu ga akan bisa mengabadikan moment untuk buat foto storytelling atau apalah, dan lu ga akan bisa duduk disini… nikmatin keheningan malam sambil ngeliatin bulan dan bintang disini.”

“…….” , dan Eska hanya terdiam mendengarkanku bicara

“Aku udah pernah ngalamin kejadian yang sama 2 tahun yang lalu. Waktu itu bener – bener hidup dan mati itu ada di tangan nahkoda. Tapi apa yang terjadi? Aku dan rombongan sepakat untuk nerusin perjalanan dan hanya bisa berdoa agar perjalanan baik – baik saja. Dan hasilnya, ada kepuasan tersendiri saat akhirnya bisa melewati halangan itu. Aku cuma mau bilang Ka, Seberat apapun permasalahan yang menimpamu saat ini, tolong jangan lemah, kamu pasti bisa menghadapinya. Yakinlah bahwa pasti akan ada Pelangi Setelah Badai

Eska masih terdiam mendengarku bercerita, tampak ia sedikit sedih namun akhirnya senyum tipis tersirat dari bibirnya.

“Iya Ky, aku ngerti. Jujur aku masih sakit banget. Aku ga nyangka harus selesai dengan cara kayak gini. Menyakitkan banget rasanya, bertahun – tahun aku sama dia, dan bisa – bisanya tanpa alasan dia ngilang gitu aja. Pengen rasanya mutar balik waktu dan memperbaiki semuanya. Tapi kayaknya itu udah ga bisa lagi. Yah, seperti yang kamu bilang, aku akan coba mengahadapi ‘badai’ ini, aku ga akan berbalik ke belakang. Aku bakal hadapi semuanya”

anyway, makasi ya Ky, udah ngajak aku kesini. Ga nyesel aku kesini, tempatnya bagus”

Anything for you, Ka :))”

“Ish, kau sempat – sempatnya aja gombal”

“Hahaha, abisnya suasananya mendukung sih :D”

“Kampretlah kau emang”

……….

“Ky…”

“Ya?”

“Aku senderan ya Ky”

And what the h*** ga banyak basa – basi dan Eska langsung bersandar di bahuku. Dan jujur saja, saat itu juga membuatku sedikit canggung.

“Ka…. lu ngapain? lu ga mau melakukan hal yang serius kan? Lu udah tau kan apa jawabannya?”

“Udah, brisik lu Ky, untuk malam ini aja, aku cuma pengen bersandar sama kamu”

I don’t know what should I do. Jujur aku bingung. Eska yang biasanya profesional dalam hal relationship tiba – tiba aja jadi pribadi yang romantis. Dan jujur aku tak bisa berbuat banyak. Tak bermaksud mencari kesempatan, aku hanya tersenyum dan kembali menatap langit yang dipenuhi bintang dan Bulan Purnama, sembari Eska bersandar di bahu kiriku.

***

Dan malam itu…

Ada sesuatu yang bercampur aduk di dalam benakku…

***

Actor: Irky Narendra & Eska Navitia

Leave a Reply